Misteri pohon beringin alun2 selatan dan Misteri yang menyebutkan jika orang tersesat maka akan berputar-putar dan kembali ke tempat

wah dah lama gag nulis ni jadi gatel pingin nulis lagi…….

yah sekarang saya akan menulis tentang hal2 yang ada di sekitar dan kebetulan saya pernah mengalami atau melakukan hal tersebut……

Di daerah jogja tepatnya di daerah Alun2 kidul ada 2  pohon beringin. Konon, siapa aja yang bisa melewati dengan menutup matanya, lewat di tengah tengah dua buah pohon beringin di tengah alun alun kidul kraton yogyakarta, segala harapan bisa terkabul. Namun saya mendengar sisi lain dari sejenis “mitos” ini.

Mitos

Dahulu kala ketika sultan hamengkubuwono pertama bertahta, ada sebuah cerita tentang sebuah perkawinan. (waduh aku kok jadi males nulis ya, jadi maaf saya singkat aja).

Putrinya sang sultan itu mau dipinang seorang lelaki (saya gak dapat cerita tentang siapa dia: namanya, darimana dll), namun sayang sang putri tidak begitu menyukainya. Alhasil sang putri meminta syarat: Jika pengen si pria menikahinya, maka dia harus bisa berjalan dengan mata ditutup (tertutup) dari pendopo yang ada di sebelah utara alun alun kidul melewati dua ringin kembar ditengah alun alun dan finish di pendopo yang ada di sebelah selatan alun alun kidul tersebuh. Dan ternyata siasat sang putri ini berhasil, si pemuda gagal menjalankan misinya.

Kemudian sang sultan memberikan sabdanya bahwa yang bisa melewati syarat sang putri itu, hanyalah pemuda yang hatinya benar benar bersih dan tulus.

Menurut pendapat dan analisa saya pribadi….

seseorang dapat berjalan lurus dan sampai di objek yang di tuju karena mereka memang mempunyai tujuan dan tujuan itu terlihat oleh mata ( ada petunjuk kemana mereka akan berjalan). Sehingga langkah kaki yang ia jejak kan bisa jelas sampai ke tujuan. untuk itu saya akan coba menganalisa tentang mitos orang  jogja . Mengapa oarang2 pada sulit untuk melintas di antara 2 pohon beringin yang ada di Alun2 selatan kota jogja.????? katanya jika bisa akan dapat sesuatu…. yang jadi pertanyaan mengapa mereka pada kesulitan saat mencobanya. padahal jaraknya tidak begitu jauh. saya juga pernah mencobanya dan ternyata sama seperti orang2 saya melenceng jauh dari target yang di tuju….. apakah karena mistis?????

menurut analisa saya, yang menyebabkan mereka kesulitan adalah karena ketika mata seseorang di tutup maka orang tidak dapat melihat letak pohon beringin yang ada di depannya tadi apalagi kalo sebelumnya orang tersebut di puter2 dahulu. otomatis di kepala orang tersebut akan pusing. Dengan tidak adanya objek tujuan yang terliahat maka saat berjalan otomatis orang tersebut berjalan menggunakan nalurinya. Dan jika hentakan kati antara kiri dan kanan tidak seimbang maka orang tersebut tidak akan mungkin berjalan lurus…..

hal ini juga di kuatkan oleh penelitian di bawah ini:

Mitos menyebutkan jika orang tersesat maka akan berputar-putar dan kembali ke tempat di mana ia memulai perjalanannya. Penelitian dilakukan untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi, jika seseorang mencoba berjalan tanpa adanya petunjuk arah tujuan.

Peneliti melakukan studi dengan menggunakan GPS untuk melacak para relawan yang melakukan perjalanan di padang pasir Sahara yang berada di Tunisia, dan hutan Bienwald di Jerman.

Mereka menemukan para peserta hanya dapat melakukan perjalanan dengan lurus ketika matahari atau bulan terlihat. Saat matahari dan bulan tidak terlihat, atau apabila hanya tertutup awan maka pejalan ini tanpa sadar bergerak mengitar.

Dr Jan Souman, dari Max Planck Insitute di Tubingen, Jerman, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan mitos tentang seseorang yang berjalan dalam sebuah lingkaran ketika tersesat adalah benar.

Tanpa Petunjuk, Kita Tidak Dapat Berjalan Lurus

“Orang– orang tidak dapat berjalan dalam garis lurus apabila mereka tidak memiliki petunjuk yang jelas, seperti sebuah menara atau gunung di kejauhan atau matahari maupun bulan, dan seringnya akan berakhir berjalan melingkar,” katanya.

Penelitian ini yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, menunjukan semua relawan yang ikut dengan mata tertutup juga mengalami hal yang sama.
Salah satu alasan utama yang paling memungkinkan adalah apabila salah satu kaki dari mereka lebih panjang ataupun lebih kuat, yang meningkatkan ketidakpastian untuk berjalan lurus, ujar peneliti.

“Sebuah kesalahan acak di berbagai tanda indrawi yang menyediakan informasi mengenai arah berjalan bertambah setiap saat, membuat apa yang seseorang fikirkan mengenai berjalan lurus menjadi kabur dan menjauh dari pandangan arah lurus sebenarnya,”jelas Dr Souman.

Penelitian ini saya baca dan sumber berasal dari indowebster.web.id

nah menurut anda2 sekalian gimana……????? aoaoaooaoa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: